Prosiding Seminar Nasional Berseri https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas <p>Prosiding Seminar Nasional <span class="fontstyle0">Berseri</span> </p> <p>Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> UHAMKA PRESS en-US Prosiding Seminar Nasional Berseri UJI PERFORMA ASIMILASI DATA OBSERVASI UDARA ATAS DAN UDARA PERMUKAAN MODEL WRF DI SEMARANG (STUDI KASUS TANGGAL 3 – 5 DESEMBER 2018) https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/518 <p>Prediksi cuaca numerik telah menjadi dasar dalam operasional prediksi cuaca di seluruh dunia. Meskipun perkembangan prediksi cuaca numerik sangat pesat, metode tersebut masih mengalami kendala dalam hal akurasi data. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keluaran model cuaca numerik adalah dengan memperbaiki kondisi awal model melalui proses asimilasi data. Pada penelitian ini dilakukan asimilasi data observasi udara atas dan permukaan pada model cuaca numerik <em>Weather Research and Forecasting</em> (WRF). Studi kasus dilakukan di wilayah Semarang pada tanggal 3 – 5 Desember 2018.Keluaran model WRF berupa data intensitas hujan, suhu udara, kelembapan udara, <em>mean sea level pressure</em> (MSLP), serta arah dan kecepatan angin diverifikasi dengan data observasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas. Verifikasi data dilakukan melalui metode statistik koefisien korelasi, <em>Root Mean Square Error</em> (RMSE), serta <em>Mean Error</em> (ME). Adapun verifkasi arah dan kecepatan angin dilakukan melalui diagram <em>wind rose.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi suhu, kelembapan udara, serta MSLP untuk model dengan asimilasi data memiliki koefisien korelasi lebih tinggi dibanding model tanpa asimilasi masing-masing sebesar 0831, 0,832, serta 0,881Prediksi arah dan kecepatan angin memiliki performa yang sedikit lebih baik dibandingkan model prediksi tanpa asimilasi data. Sementara itu, prediksi hujan pada model dengan asimilasi data tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan model tanpa asimilasi data.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Usman Efendi Aries Kristianto Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 ANALISIS PERUBAHAN SUHU UDARA PERMUKAAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK URBAN HEAT ISLAND DI WILAYAH JABODETABEK https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/510 <p><em>Urban Heat Island</em> (UHI) atau kolam panas perkotaan merupakan salah satu fenomena yang kerap terjadi di kota-kota besar di dunia. Salah satu kota yang terkena dampak tersebut adalah ibu kota Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fenomena UHI yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya atau yang kerap dikenal Jabodetabek. Data pengamatan suhu udara dari delapan stasiun pengamatan milik BMKG yang meliputi suhu udara permukaan, suhu maksimum, dan minimumnya pada tahun 2014 dan 2018 diolah dan ditampilkan distribusi spasial dan diurnalnya untuk mengetahui sebaran spasial dan pola dari perubahan suhu udara. Secara umum, pola pada kedua tahun menunjukkan pola yang relatif masih sama. Suhu udara memuncak pada tengah hari dengan nilai suhu mencapai lebih dari 30 ºC yang dapat bertahan hingga lebih dari 5 jam. Selain itu, distribusi spasial dari suhu maksimum dan minimum menunjukkan adanya sedikit perubahan pada kedua tahun tersebut dimana wilayah dengan suhu yang lebih tinggi mengalami perluasan. Dari hasil analisis perubahan, wilayah Tangerang mengalami peningkatan suhu yang lebih tinggi jika dibandingkan wilayah DKI Jakarta dan wilayah sekitar lainnya yang mencapai 0.7 ºC.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Nany Nuraini Ilham Fajar Putra Perdana Aries Kristianto Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 PENGARUH KERAPATAN BANGUNAN TERHADAP PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN DAN ADAPTASI MASYARAKAT DI KELURAHAN SALATIGA DAN SIDOARJO LOR, KOTA SALATIGA https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/513 <p>Banyaknya jumlah penduduk dapat meningkatkan jumlah tempat tinggal sehingga banyak terjadi pertambahan bangunan. Hal tersebut mengakibatkan aktivitas kota menjadi lebih tinggi. Adanya pembangunan di Kota dapat diperparah jika terdapat senyawa gas rumah kaca di atmosfer yang dapat menyebabkan panas terperangkap dibawahnya sehingga suhu dapat menjadi semakin panas di daerah kota. Kota Salatiga merupakan wilayah yang letaknya dikelilingi daerah Kabupaten Semarang. Wilayah tersebut memiliki pertambahan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya yang mengakibatkan pertambahan bangunan seperti rumah tinggal juga semakin meningkat, yang mengakibatkan Kota tersebut menjadi semakin panas. Suhu permukaan dapat dilihat dengan metode pengolahan data citra menjadi <em>Land Surface Temperature</em> (LST) dan kerapatan bangunan yaitu indeks kerapatan bangunan (NDBI). Metode analisis yang dipakai yaitu dengan metode overlay yang dilakukan dengan membandingkan adaptasi manusia dengan suhu daratan yang dipengaruhi oleh tingkat kerapatan bangunan pada wilayah yang berbeda.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Cantika Liviona D.A Khadijah Muhamad Aday Robby Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 ANALISIS KONDISI SEBARAN ASAP DI PROVINSI RIAU PERIODE SEPTEMBER 2019 (STUDI KASUS TANGGAL 1-25 SEPTEMBER 2019) https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/516 <p><em>Asap merupakan fenomena cuaca berupa partikel-partikel yang melayang dari</em> <em>permukaan sampai naik akibat adanya kebakaran hutan dan lahan yang tidak sempurna. Bencana kabut asap merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang secara umum terjadi di pulau Kalimantan dan Sumatera. Dalam penelitian ini berfokus di wilayah Pekanbaru, Provinsi Riau dimana pada tanggal 23 September tahun 2019, banyak warga mengalami infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang disebabkan karena asap karhutla. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengkomposit dan menganalisis data-data berupa curah hujan, hotspot, dan satelit cuaca Himawari-8 pada Bulan September 2019. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah confidence level dengan rentang 80% lebih mencapai nilai maksimum pada tanggal 25 September 2019 dan nilai minimum pada tanggal 11 September 2019</em>.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Indra Fajar Sidiq Ariwibowo Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 ANALISIS KESESUAIAN IKLIM TANAMAN KAKAO BESERTA PROYEKSINYA DI KABUPATEN TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/519 <p>Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai meningkatkan pengembangan sektor perkebunan, salah satunya adalah perkebunan tanaman kakao. Menurut buku rencana tata ruang Kabupaten Tasikmalaya, bahwa tanaman kakao akan dikembangkan di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten tersebut. Terkait dengan itu, penting untuk diketahui kesesuaian iklim tanaman kakao dan proyeksinya yang digunakan sebagai rekomendasi dalam pengembangan wilayah tanaman kakao di Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data curah hujan observasi periode 2006-2015 di 10 pos hujan di Kabupaten Tasikmalaya, suhu udara bulanan serta kelembaban udara bulanan observasi periode 2006-2015 di Stasiun Meteorologi Angkatan Udara Tasikmalaya yang juga sebagai stasiun referensi, data suhu dan kelembaban udara tersebut digunakan untuk pendugaan suhu rata-rata bulanan di 10 pos hujan. Selain itu data tekstur tanah, kelerengan dan ketinggian di setiap kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Pendugaan suhu udara menggunakan metode Braak sedangkan pendugaan kelembaban menggunakan metode persamaan regresi. Pengolahan proyeksi data menggunakan model skenario <em>Representative Concentration</em> <em>Pathways </em>(RCP4.5) untuk curah hujan, suhu udara dan kelembaban udara dengan format netCDF (.nc) dari model GCM MIROC5 (<em>Model for Interdisciplinary Research on Climate</em>) dengan resolusi hingga 20 x 20 km pada periode 2006-2040. Data proyeksi tersebut dibagi menjadi periode baseline (2006-2015) dan periode dekat (2021-2030) dan periode menengah (2031-2040). Analisis kesesuaian iklim untuk tanaman kakao dibuat berdasarkan jumlah pembobotan dari parameter curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, jumlah bulan kering, tekstur tanah, ketinggian, dan kelerengan. Periode kesesuaian iklim dibuat untuk masa kini (2006-2015), dan proyeksi masa depan (2021-2030 dan 2031-2040). Hasil menunjukkan wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada periode baseline (2006-2015) yang termasuk dalam klasifikasi yang sesuai (S) mencapai luas 203.214 Ha dan tidak sesuai (N) mencpai luas 64.795 Ha. Untuk sebaran wilayah yang sesuai (S) semakin berkurang pada proyeksi pertama (2021-2030) dan proyeksi kedua (2031-2040) jika dibandingkan dengan periode baseline (2006-2015).</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Muhammad Misbahuddin Yusuf Nuryadi Suhardi Budi Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 DAMPAK NORMALISASI SUNGAI BANJIR KANAL BARAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/511 <p>Sungai atau aliran air yang menyediakan kemudahan hidup bagi masyarakat di sekitarnya juga bisa menjadikan masyarakat tadi menghadapi risiko bencana tahunan akibat banjir. Permasalahan yang dihadapi sungai – sungai di Indonesia pada umumnya adalah tingginya laju sedimentasi sebagai akibat dari meningkatnya laju erosi permukaan maupun erosi tebing di daerah hulu atau daerah pengairan sungainya. Normalisasi Banjir Kanal Barat merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi dampak banjir yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya. Normalisasi dilakukan dengan pembangunan turap beton pada sisi kanan dan kiri sungai untuk mengalirkan air langsung menuju laut. Dalam perkembangannya, pengelolaan Banjir Kanal Barat berjalan tidak optimal sehingga sedimentasi dan penurunan fungsi banjir kanal tidak terhindarkan. Tingginya sedimentasi ini mungkin masih dapat dipahami karena penanganan sedimen masih berkutat di Sungai Kreo dengan pembangunan Waduk Jatibarang. Sistem drainase yang buruk menjadi penyebab utama banjir di Kota Semarang Dari enam kecamatan langganan banjir, sebagan besar disebabkan karena saluran air tidak ada, saluran tersumbat sampah dan alat bangunan yang meneganggu saluran.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Muhammad Afwan Maulana Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 PERAN TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2019 https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/514 <p>Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sangat rentan terjadi pada musim kemarau yang hampir terjadi setiap tahun di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Kurangnya curah hujan menjadi salah satu penyebab utama munculnya titik api (<em>hotspot)</em> yang rentan terhadap kebakaran. Wilayah yang sering terjadi kebakaran hutan dan lahan antara lain Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Provinsi Kalimantan Barat merupakan satu dari enam provinsi yang mempunyai lahan gambut yang cukup luas yang sangat mudah terbakar pada musim kemarau. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan untuk memitigasi dan meminimalkan dampak dari bencana Karhutla baik untuk mengatasi asap maupun untuk mematikan hotspot yang terjadi. TMC yang dilakukan oleh BBTMC-BPPT berupaya melakukan penyemaian terhadap awan yang berpotensi sebagai awan potensial (<em>Seedable-Cloud</em>). Penerapan TMC dilakukan pada periode 18 September – 06</p> <p>&nbsp;</p> <p>Oktober 2019, dengan posko berada di Lanud Supadio, Pontianak. Data yang dibutuhkan dalam kajian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan cuaca lokal di Posmet (Pos Pengamatan Meteorologi) dan data curah hujan. Data sekunder berupa cuaca global dan data prediksi yang bersumber dari BMKG maupun lembaga penyedia data lainnya yang relevan. Untuk monitoring data curah hujan diperoleh dari ECMWF, GFS, dan TRMM. Hasil pengumpulan data selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui efektivitas operasional TMC mitigasi bencana karhutla. Kegiatan TMC di Provinsi Kalimantan Barat, merupakan yang <em>“signifikan (efektif dan efisien)”</em> dengan durasi hanya 28 hari (tercepat), sementara jika dibandingkan dengan kegiatan TMC di Riau, selama hampir 10 bulan (terlama), Februari – November 2019. Hasil kajian dapat disimpulkan bahwa operasional TMC dapat meningkatkan curah hujan dan mereduksi titik api yang tumbuh di Kalimantan Barat. Pada saat awal kegiatan TMC terdapat titik api sebanyak 565 titik dan selama kegiatan berjalan tanggal 27 September 2019 titik api berjumlah nol dan seterusnya jumlah titik api berfluktuasi relatif kurang dari 10 titik. Dengan jumlah titik api yang cukup terkendali tersebut, maka operasional TMC dinyatakan dapat diberhentikan oleh BNPB dan BPBD atas masukan-masukan dari analisis BMKG dan BPPT. Selama kegiatan TMC di Kalimantan Barat telah dilakukan penerbangan penyemaian awan sebanyak 23 sorti dengan jumlah jam terbang sebanyak 56 jam 10 menit dan menghabiskan bahan sebanyak NaCl sebanyak 30.400 kg. bahan semai CaO sebanyak 7.200 kg. selama kegiatan ini jumlah air yang hujan yang dapat dihitung sebanyak 1.9 milyar m<sup>3</sup>.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Tukiyat Satyo Nuryanto F. Heru Widodo R.Djoko Goenawan Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI SEBARAN DAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM INDONESIA https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/517 <p>Penelitian tindakan kelas ini bertujuan (1) Untuk mengetahui penerapan pendekatan saintifik melalui model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS , (2) Untuk mengetahui perkembangan hasil belajar siswa kelas XI IPS<sup>1</sup> pada materi Sumber Daya Alam di SMA Negeri 1 Tasifeto Barat melalui penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian tindakan kelas ini merupakan penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan subyek penelitian sebanyak 34 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan dan dengan melakukan tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan bantuan tabel, diagram. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan pembelajaran model Problem Based Learning mengalami peningkatan di mana pada siklus I Kinerja guru adalah 74, 10 persen, pada siklus II ketercapaiannya meningkat menjadi 95,53 persen. Kinerja siswa juga mengalami peningkatan di mana pada siklus I kinerja siswa ialah 69,93 persen, pada siklus II meningkat menjadi 87,14. Demikian juga dengan hasil belajar siswa pada siklus I ialah 73,52 persen, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,82 persen. Dengan demikian maka dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan mulai dari kinerja guru, kinerja siswa, dan hasil belajar siswa pada materi sumber daya alam di kelas XI IPS <sup>1</sup> di SMA Negeri 1 Tasifeto Barat tahun pelajaran 2019/2020.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Gregorius Agung Malik Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 PERUBAHAN IKLIM SEBAGAI DAMPAK DARI KRISIS IKLIM DALAM ERA GEOLOGIS ANTROPOSEN https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/508 <p>Era geologis antroposen atau era campur tangan manusia terhadap bumi menjadi salah satu pemicu laju krisis iklim yang berakibat banyak hal salah satunya yaitu perubahan iklim. Pada laman berita Kompas.com Dr. Ir. Dodo Gunawan D.E.A selaku Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG menyatakan bahwa krisis iklim terjadi aabila kita saat ini tidak bisa mencapai target kesepakatan Paris dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca domestik. Dengan mengkaji interaksi antara manusia dengan lanskap bumi secara terang-terangan dengan menggunakan pendekatan keruangan dalam ilmu Geografi. Kebakaran hutan terparah di Australia, banjir terparah di kawasan Jabodetabek selama 13 tahun terakhir, kenaikan permukaan air laut, Kekeringan, Kesulitan mendapatkan air tanah, dan masih banyak lagi permasalahan global yang dikaitkan dengan manusia. Sebagai satu-satunya makhluk yang berakal budi di bumi ini, besar kemungkinan bahwa manusia yang telah mengambil alih atas bumi selama lebih dari berabad-abad lamanya. Perubahan iklim yang parah menimbulkan beberapa bencana alam yang nantinya akan mengharuskan manusia memilih untuk menghindari ancaman atau hidup bersama ancaman dalam identifikasi ancaman lingkungan. Dengan mengaitkan beberapa cabang ilmu geografi, analisis dampak dari perubahan iklim akan membuka jalan dimana manusia keseluruhannya dapat mengambil peran dalam memperlambat atau bahkan mampu memperbaiki krisis iklim yang terjadi.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Adira Savitri Prayitno Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/512 <p>Kecamatan Sukamakmur Kabupeten Bogor belakangan ini banyak terjadi perubahan penggunaan lahan dari pertanian menjadi lahan non pertanian seperti pemukiman tanpa melakukan tindakan konservasi lahan yang dapat menyebabkan terjadinya lahan kritis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan sebaran lahan kritis di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jenis penelitian ini adaah penelitian survey dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lahan di Kecamatan Sukamakmur. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian lahan yang ada di Kecamatan Sukamakmur yang ditentukan berdasarkan data kemiringan lereng, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Penetapan lokasi sampel menggunakan area sampling, sedangkan anilisis data menggunakan metode skoring berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutani Sosial No. P.4/V-SET/2013 dengan parameter yang mempengaruhi lahan kritis adalah kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi, produktivitas lahan, dan manajemen lahan.Hasil penelitian diketahui bahwa lahan di Kecamaan Sukamakmur Kabupaten Bogor Jawa Barat sebagian besar merupakan lahan agak kritis pada wilayah Desa Sukadamai, Desa Sirnajaya, Desa Sukawangi, dan Desa Sukaharja, lahan potensial kritis pada wilayah Desa Wargajaya, Desa Cibadak, dan Desa Pabuaran, lahan kritis pada wilayah Desa Sukaharja, Desa Sukaresmi, Desa Sukamulya dan Desa Sirnajaya, lahan tidak kritis pada wilayah Desa Sukamakmur dan Desa Cibadak. Penilaian tingkat lahan kritis pada Kawasan budidaya pertanian sangat dipengaruhi oleh tingkat produktivitas lahan dan manajemen lahan.</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Tri Cahyo Wicaksono Tricahyono Nur Hasono Siti Dahlia Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1 ANALISIS KONDISI FISIS ATMOSFER KETIKA BANJIR BANDANG DAN PREDIKSI BANJIR MENGGUNAKAN MODEL RAINFALL RUNOFF INUNDATION DI WILAYAH JABODETABEK https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/515 <p>Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana hidrometeorologi. Pada tanggal 26 April 2019 telah terjadi banjir di beberapa wilayah di Jabodetabek yang disebabkan oleh akumulasi curah hujan yang sangat lebat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, kejadian banjir mengakibatkan 2 korban jiwa dan 2.370 jiwa mengungsi. Analisis kondisi fisis atmosfer penyebab banjir dan prakiraan banjir merupakan bagian penting dari manajemen banjir. Peringatan dini tentang banjir diperlukan sebagai langkah mitigasi dan manajemen risiko untuk menghadapi bencana yang merugikan. Prakiraan dini mengenai banjir dapat dilakukan menggunakan perhitungan secara numerik hubungan antara curah hujan karena faktor meteorologi dengan runoff di permukaan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan model RRI untuk menyimulasikan prediksi banjir di wilayah Jabodetabek. Hasil analisis kondisi atmosfer menunjukan adanya siklon tropis Lorna (pusat tekanan rendah), konvergensi massa udara dan nilai kelembapan udara yang tinggi yang memicu pertumbuhan awan konvektif di wilayah penelitian. Simulasi model RRI menunjukan mulai adanya peningkatan inundasi dari hulu (Bogor) ke hilir pada tanggal 25 April 2019 pukul 18.00 WIB dengan ketinggian 0 – 0.5 meter. Kemudian pada tanggal 26 April 2019 pukul 06.00 WIB menunjukkan peningkatan inundasi dengan ketinggian 1-3 meter di daerah Depok, Jakarta timur dan Jakarta Selatan</p> HMPG UHAMKA pendidikan Geografi Abdul Hamid Al Habib Pramudhian Firdaus Dany Pangestu Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Berseri 2022-07-16 2022-07-16 1 1