Pengaruh ketinggian bola jatuh terhadap tegangan listrik yang dihasilkan trampolin sebagai pemanen energi dengan pemasangan piezoelektrik

Authors

  • Adhes Gamayel Jakarta Global University
  • Fajar Mulyana Politeknik Negeri Jakarta
  • Ade Sunardi Jakarta Global University

DOI:

https://doi.org/10.22236/teknoka.v5i.314

Keywords:

trampolin, piezoelektrik, bola, tegangan

Abstract

Piezoelektrik adalah salah satu alat pemanen energi yang menghasilkan energi listrik ketika mengalami defleksi. Defleksi yang terjadi secara terus menerus dengan arah yang berlawanan (atas ke bawah, kanan ke kiri) dinamakan getaran. Peristiwa terjadinya getaran ketika alat olahraga digunakan salah satunya adalah trampolin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi potensi penggunaan trampolin sebagai pemanen energi ketika dipasang piezoelektrik. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengetahui nilai tegangan listrik dari pengujian jatuhnya bola pada ketinggian 60, 70, 80 cm tepat diatas trampolin yang ditempel piezoelektrik pada bagian matras. Hasil pengujian didapatkan bahwa saat dijatuhkan pada ketinggian 60 cm, bola basket menghasilkan 0.93 volt dan bola sepak 0.80 volt. Pada ketinggian 80 cm, bola basket menghasilkan 1.26 volt; dan bola sepak 1.21 volt. Semakin tinggi bola jatuh, maka semakin besar nilai tegangan listrik. Hal ini terjadi karena tinggi posisi jatuh bola dan massa bola berpengaruh terhadap kecepatan bola saat menumbuk matras trampolin. Semakin cepat bola menumbuk trampolin, maka semakin besar momentum tumbukan dan getaran yang terjadi.

Author Biographies

Adhes Gamayel, Jakarta Global University

Teknik Mesin

Jakarta Global University

Fajar Mulyana, Politeknik Negeri Jakarta

Teknik Mesin

Politeknik Negeri Jakarta

Ade Sunardi, Jakarta Global University

Teknik Mesin

Jakarta Global University

References

Kasum K, Mulyana F, Gamayel A. Piezoelektrik Sebagai Pemanen Energi Dengan Penambahan Bluff Body Segitiga. Simetris J Tek Mesin, Elektro Dan Ilmu Komput 2018. https://doi.org/10.24176/simet.v9i2.2291.

Gamayel A. Panen Energi Menggunakan Piezoelektrik Sistem Kantilever Dengan Penambahan Bluff Body. J Tek Mesin 2017;6:273. https://doi.org/10.22441/jtm.v6i4.2105.

Sunard A, Gamayel A. Pemanfaatan Pantulan Bola Karet sebagai Pemanen Energi pada Piezoelektrik. Pros Semin Nas Teknoka 2019. https://doi.org/10.22236/teknoka.v3i0.2914.

Gamayel A, Hariyanto H, Supriadi A, Komalasari K. Pemanfaatan Kelereng sebagai Media Tumbuk pada Piezoelektrik Pemanen Energi. Semin. Nas. Teknoka, vol. 4, Jakarta: Fakultas Teknik UHAMKA; 2019, p. 15–9. https://doi.org/10.22236/teknoka.v.

Yulianti E, Triwahyuni D, Ahda S, Deswita. Pembuatan Bahan Piezoelektrik Ramah Lingkungan Bi0,5Na0,5TiO3 Dengan Metode Molten Salt. J Sains Mater Indones 2012;14:13–7.

Kundu S, Nemade HB. Modeling and Simulation of a Piezoelectric Vibration Energy Harvester. Procedia Eng 2016;144:568–75. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2016.05.043.

Rao SS. Mechanical Vibrations Fifth Edition in SI Units. Mech Vib 2011:62.

Young HD, Freedman RA, Juliastuti E. Fisika Unversitas. Kesepuluh ed. Wibi H, Simarmata L, Safitri A, editors. Jakarta: Erlangga; 2002.

Downloads

Published

2021-01-04