Latar Belakang Pemelajar BIPA di Sampoerna Academy Jakarta dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Berdiferensiasi
Main Article Content
Abstract
Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) menggeliat bukan hanya di universitas, munculnya sekolah berkurikulum Internasional di Indonesia khususnya di Jakarta memunculkan alasan pentingnya pembelajaran BIPA untuk siswa asing di sekolah. Penelitian ini melihat bagaimana latar belakang pemelajar BIPA di Sekolah Sampoerna Academy Jakarta dengan melihat bagaimana latar belakang pemelajar yang disusun pada tes penempatan pada awal tahun akademik pembelajaran 2023-2024. Partisipan dalam penelitian ini adalah murid kelas 7-10 dengan jumlah partisipan 34 orang. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif kualitatif dan data diambil melalui kuesioner tes diagnostik profil pemelajar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 25 murid yang berlatar belakang warga negara asing, 6 murid berwarga negara Indonesia, dan 3 murid yang berkewarganegaraan ganda/ campuran. Dari 34 murid, paling banyak murid berwarga negara Indonesia berjumlah 9 termasuk 3 orang yang berkewarganegaraan ganda dan sisanya berjumlah 24 murid berasal dari India, Korea, Kazakhstan, Syiria, Pakistan, dan Kanada. Munculnya murid berwarga negara Indonesia disebabkan oleh riwayat peserta didik yang memiliki latar belakang tinggal di luar negeri. Hasil penelitian mencerminkan bahwa latar belakang pembelajar BIPA di sekolah Sampoerna Academy sangat beragam mulai dari level kemahiran, suasana belajar, dan latar belakang budaya sehingga pembelajar berbasis diferensiasi sangat diharuskan dari hasil tes penempatan tersebut.