KETERKAITAN KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN ABSTRAKSI DALAM PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA

Authors

  • Yatha Yuni STKIP Kusuma Negara
  • Nurimani STKIP Kusuma Negara

DOI:

https://doi.org/10.22236/semnas/11532-543210

Keywords:

abstraction, mathematical thinking, representation

Abstract

Pembelajaran matematika sekarang ini lebih menekankan pada peningkatan kemampuan berpikir matematis peserta didik. Hal tersebut dilakukan untuk menjawab tuntutan dan persaingan global yang semakin ketat, karena keberhasilan seseorang dalam kehidupannya antara lain ditentukan oleh kemampuan berpikirnya, terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan yang selalu datang silih bergantiDari beberapa komponen kemampuan berpikir matematis, fokus kajian pada artikel ini adalah kemampuan representasi dan abtraksi. Artikel ini merupakan suatu kajian yang bertujuan untuk mengamati hubungan kemampuan berpikir matematis antara representasi dan abstraksi dalam pelajaran matematika. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan “study grounded theory”. Berdasarkan pendapat ahli yang dikaji, beserta beberapa contoh masalah matematika dan cara menyelesaikannya, maka dapat ditemukan bahwa hubungan antara representasi dan abstraksi merupakan sebuah konsep abstrak yang baru, dapat terbentuk secara induktif atau empiris dari beberapa representasinya melalui sebuah proses pembentukan konsep tersebut. Dilain pihak, bentuk representasi pada dasarnya merupakan perwujudan dari konsep yang lebih abstrak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara  kemampuan representasi dan abstraksi dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika.

 

References

Creswell, J.W. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (terjemahan). Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Dreyfus, T. (1990). Advance Mathematical Thinking. In P. Nesher & J. Kilpatrick (Eds.), Mathematics and Cognition: A Research Synthesis by the International Group for the Psychology of Mathematics Education (ICMI Studies, pp. 113-134). Cambridge University Press. Doi:10.1017/CBO9781139013499.008

Fajri, Muhammad (2017). Kemampuan Berpikir Matematis Dalam Konteks Pembelajaran Abad 21 Di Sekolah Dasar, Lemma 2017; 3(2); 1-11.

Ferrari, P. (2003). Abstraction in Mathematics. The Royal Society, Italy.

Mudzakir, A. (2006). Psikologi Pendidikan. Pustaka Setia, Bandung.

Nurhasanah, F. (2010). Abstraksi Siswa SMP dalam Belajar Geometri Melalui Penerapan Model Van Hiele dan Geometers’ Sketchpad. Tesis PPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Sumarmo, U. (2014). Advanced Mathematical Thinking dan Habit of Mind Mahasiswa (Bahan Kuliah). Bandung: FPMIPA UPI.

Sumarmo, U. (2014). Kumpulan Makalah: Berpikir dan Disposisi Matematik serta Pembelajarannya. FMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Suryana, A. (2012). Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Lanjut (Advanced Mathematical Thinking) Dalam Mata Kuliah Statistika Matematika 1. Disampaikan pada seminar nasional matematika dan pendidikan matematika FMIPA UNY pada tanggal 10 November 2012.

Tall, D. (1991). Advanced Mathematical Thinking. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.

Downloads

Published

2020-08-27

How to Cite

Yatha Yuni, & Nurimani. (2020). KETERKAITAN KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN ABSTRAKSI DALAM PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA. Prosiding Seminar Nasional Berseri, 1(1), 532–543. https://doi.org/10.22236/semnas/11532-543210