ANALISIS PENERAPAN BUDAYA 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) KPPN JAKARTA 1 DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI

Authors

  • M. Jamil Latief Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Sugiono Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Chintia Liliana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

DOI:

https://doi.org/10.22236/semnas/11720-737226

Keywords:

Understanding, Efficiency, Productivity, Quality, Safety

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) KPPN Jakarta 1 Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Untuk sumber data dipilih purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 3 orang yang terdiri dari Kepala Seksi Pencairan Dana, Staff Seksi Bank, dan Staff Seksi Sub Bagian Umum. Teknik pengumpulan data dilakukan di KPPN Jakarta 1 dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan triangulasi. Dari hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) KPPN Jakarta 1 meliputi Pelaksanaan 5R, Pelaksanaan Ringkas, Pelaksanaan Rapi, Pelaksanaan Resik, Pelaksanaan Rawat, Pelaksanaan Rajin. Budaya 5R ialah budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja dapat diciptakan dan tercapainya empat bidang sasaran, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pegawai terhadap budaya 5R secara keseluruhan cukup baik, namun para pegawai belum terlalu memahami mengenai kebijakan program budaya 5R yang ditetapkan kantor pusat yakni Kementerian Keuangan. Dalam pelaksanaan 5R, terdapat satu R yang belum diterapkan dengan baik, dari hasil pengamatan penelitian ini didapatkan Rajin, terdapat pegawai yang terlihat masuk bekerja tidak tepat waktu sesuai jam operasional kantor dan masih ada pegawai yang belum maksimal dalam pembiasaan 4R sebelumnya.

 

References

Chrisyanti, Irra.2011.Manajemen Perkantoran. Jakarta : Prestasi Pustaka

Darodjat, Tubagus Achmad.2015.Pentingnya Budaya Kerja Tinggi Dan Kuat Absolute. Bandung: PT Refika Aditama

Gaspersz ,Vincent.2011.Lean Six Sigma For Manufacturing and Service Industri.

Bogor: Vinchristo Publication.

Maryati.2014.Manajemen Perkantoran Efektif. Yogyakarta: UPP STIM YKPM

Munaldus,Yuspita Karlena.2015.Credit Union Optimize People. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Priansa, Donni Juni.2014.Kesekretarisan Profesional Berkompeten Cerdas Terampil dan Melayani. Bandung: Alfabeta

Priansa, Donni Juni dan Garnida, Agus.2013.Manajemen Perkantoran Efektif Efesien dan Profesional. Bandung: Alfabeta

Suryatna, Bambang Sugeng.2015.Gaya Gaya Manajemen.Semarang: CV Ciptawarna Kharisma

Segoro, Waseso.2018.Manajemen Sumber Daya Manusia. Sleman: CV Budi Utama

Takashi Osada.2016.Sikap Kerja 5S. Jakarta : PPM

Tarwaka.2014.Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Manajemen Dan Implementasi K3 Di Tempat Kerja. Surakarta : Harapan Press

Wibowo.2017.Manajemen Kinerja Edisi Kelima.Depok: PT Rajagrafindo

Downloads

Published

2020-08-28

How to Cite

M. Jamil Latief, Sugiono, & Chintia Liliana. (2020). ANALISIS PENERAPAN BUDAYA 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) KPPN JAKARTA 1 DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI. Prosiding Seminar Nasional Berseri, 1(1), 720–737. https://doi.org/10.22236/semnas/11720-737226