MENGGALI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PERAN KEPALA ADAT DALAM UPACARA TRADISI PO,O PADA MASYARAKAT NUARIA DESA DETUBINGA KECAMATAN TANAWAWO KABUPATEN SIKKA SEBAGAI BENTUK PENGINTEGRASIAN NILAI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Authors

  • Gisela Nuwa Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

DOI:

https://doi.org/10.22236/semnas/11810-841234

Keywords:

Kearifan Lokal, Tradisi Po’o, Nilai Pendidikan Kewarganegaraan

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Untuk mendeskripsikan Menggali Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Upacara Tradisi Poo Pada Masyarakat Nuaria Desa Detubinga Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka Sebagai Bentuk Pengintegrasian Nilai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Struktur ritual adat tradisi Po,o pada masyarakat Nuaria Desa Detubinga kecamatan Tanawawo Kabupaten sikka mencakupi tiga hal yaitu loka poo, loka pola, dan joka ju. Metode penelitian yang digunakan adalah  kualitatif dengan teknik pengupulan data yaitu dilakukan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai kearifan local pada upaca tradisi poo tergantung pada Peran kepala adat yang sangat penting dan bermakna bagi masyarakat Nuaria. Dikatakan demikian karena tanpa kepala adat tidak ada upacara  tradisi tersebut, karena upacara tradisi Po,o tersebut merupakan upacara yang diwariskan oleh Nenek Moyang secara turun temurun dan harus dilestarikan oleh masyarakat adat (mosalaki, Ria Bewa, kepala suku / kepala adat) di tanah persekutuan Detu Nuaria Desa Detubinga Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka. Nilai-nilai kearifan lokal sebagai bentuk pengitegrasian pendidikan Kewarganegaraan  yang terkandung dalam upacara adat tradisi po,o yaitu nilai Ketuhanan, nilai mental dan moral, nilai etos kerja, nilai toleransi dan nilai gotong royong.

 

References

Astina. 2016. Nilai-Nilai Budaya, Edisi Revisi. Jakarta

Arjono Suryono.2005 Orang Indonesia kebudayaan, wujud nyata. Jakarta: Gramedia

Budhi Santoso. 2012. Upacara adat tradisional. : PT Elex Media Komputindo

Doubler Margaret. 2007. Teori Budaya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Hasan Husein. 2013. Kehidupan Sosial Masyarakat. Jakarta: Balai

Pustaka.

metode interview, Jakarta ; P.T Dian Rakyat.

M, Hatta, 1992. Demokrasi Kita. Jakarta: Idayu Press.

Koentjaraningrat. 2007. Manusia Kebudayaan Indonesia. Jakarta. Djambatan

_________________. 2009. Ilmu Antropologi. Jakarta : PT Rineka Cipta

Meleong. 2007 Metodologi Penelitian. Medan: USU PressKaplan, 2013 Analisis data. Penerbit Bina Cipta.

Maphin Panjaitan . 2015. Nilai Bidaya Logis. Jakarta:

.2004. Sibrani. Yogyakarta: SIE YKPN.

Poerwanto, Hari. 2000. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Prespektif Antropologi.

Sitti Masnah Hambalai 2012. Simbol Simbol Adat Tradisi di Indonesia. Jakarta.

Yayasan Obor Indonesia

Soedjarto 2015. Nilai Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Erlangga.

Soepomo, 1979. Bab-bab Tentang Hukum Adat, Jakarta: Pradnya Paramita.

T, Malaka, . 2005. Merdeka 100%. Tangerang: Marjin Kiri. Mertokusumo, S. 1986. Mengenal Ilmu Hukum. Yogyakarta, Liberty

Warigan, 2011. Nilai-nilai Budaya Lokal. Jakarta

Y, Latif, 2011. Negara Paripurna: Historiositas, rasionalistas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: PT Gramedia.

Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset Raga Maran, Rafael. 2000. Manusia dan Kebudayaan dalam Prespektif Ilmu BudayaDasar. Jakarta : PT Rineka Cipta

Downloads

Published

2020-09-01

How to Cite

Gisela Nuwa. (2020). MENGGALI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PERAN KEPALA ADAT DALAM UPACARA TRADISI PO,O PADA MASYARAKAT NUARIA DESA DETUBINGA KECAMATAN TANAWAWO KABUPATEN SIKKA SEBAGAI BENTUK PENGINTEGRASIAN NILAI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Prosiding Seminar Nasional Berseri, 1(1), 810–841. https://doi.org/10.22236/semnas/11810-841234