Persepsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Terhadap Pembelajaran Daring Di Universitas Khairun Ternate
Keywords:
Pembelajaran Daring, Presepsi mahasiswaAbstract
Abstrak. Himbauan pemerintah tentang Belajar dari Rumah (BDR) dalam rangka mencegah
penyebaran covid-19, mendorong Universitas Khairun Ternate untuk mennyelengarakan belajar secara
online (daring). Proses pembelajaran secara tatap muka tergantikan oleh proses pembelajaran secara
tatap maya, sehingga hal tersebut menimbulkan berbagai tanggapan atau persepsi. Penelitian ini
bertujuan untuk untuk mengetahui presepsi mahasiswa program Studi Pendidikan Geografi Unkhai
terhadap pembelajaran daring dan untuk mengetahui jenis pembelajaran apa yang diminati oleh
mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian survey deskriptif, sampel pada penelitian
ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Unkhair angkatan 2017,2018, dan 2019
sebanyak 64 responden. Analisis data menggunakan rumus persentase. Temuan dalam penelitian ini
menjelaskan bahwa presepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi menunjukan lokasi
mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran daring sebanyak 56 mahasiswa atau 88% yang menjawab
di rumah, sebanyak 2 orang mahasiswa atau 3% yang menjawab di warung kopi dan sebanyak 6
mahasiswa atau 9% yang menjawab lainnya. Perangkat yang digunakan untuk mengikuti pembelajaran
daring adalah Handphone dan Laptop. Hasil yang diperoleh mengidentifikasikan bahwa pembelajaran
daring belum dapat menjadi metode yang efektif, dan di era globalisasi interaksi antara mahasiswa dan
dosen tidak bisa tergantikan oleh aplikasi, sehingga mahasiswa lebih memilih kuliah tatap muka
dibandikan dengan pembelajaran daring. Aplikasi yang disukai dalam pembelajaran daring sebanyak
56% mahasiswa memilih aplikasi Zoom, sebanyak 23% mahasiswa memiliki aplikasi Whatsapp,
sebanyak 16% mahasiswa memilih Google Classroom dan sebanyak 5% mahasiswa memilih lainnya.
References
La Ode Anhusudar & Islamiyah. 2020. Presepsi Mahasiswa PIAUD Terhadap Pembelajaran daringdi
Masa Pandemik Covid 19. Jurnal of Islamic Early Childhood Education. Vol 2 No 1 pp 44-
Lashley, Y. G. (2014). Integrating computer technology in the teaching of Biology.
Nugroho. (2012). Profesionalisme Guru SD Negeri Se-Kecamatan Warungasem KAbupaten Batang.
Suatu tinjauan aspek persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi
berprestasi guru. Varidika , 135-146.
NEXTREN. (2020). 3-aplikasi-untuk-kuliah-online-selama-masa-karantina-virus-corona? Retrieved
from https://nextren.grid.id/read/012065339/3-aplikasi-untuk-kuliah-onlineselama-masakarantina-
virus-corona?page=all.
Roberts, T. S., & McInnerney, J. M. 2007. Seven Problems Of Online Group Learning (And Their
Solutions). Educational Technology And Society. https://doi.org/10.1111/j.2151-
1960.tb01699.x.
Robins, S.P. 2007. Perilaku Organisasi. Jilid 1. Jakarta : PT Indeks Kelompok Gramedia.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UHAMKA
Volume 1, Bulan April, Tahun 2021, Halaman: 1-10
E-ISSN : 2798-5709
Potter, P., Perry, A.G. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses Dan Praktik.
Jakarta : EGC.
Saifuddin, M. F. (2016). E-Learning Dalam Persepsi Mahasiswa. Universitas Ahmad Dahlan , 102-110.
Safira, N. Hilmy. Etika Yeni. Chairiyaton. 2020. Presespsi Mahasiswa Terhadap Perkuliahan Daring
Sebagai Sarana Pembelajaran Selama Masa Karantina Covid 19. Jurnal Bisnis dan
KajianStrategi. Vol 4 No 1. pp 37-45
Singh, G., ’donoghue, J. O., & Worton, H. (2005). A Study Into The Effects Of eLearning On Higher
Education. Journal of University Teaching & Learning Practice , 2(1).
S. Alam, & L.Jackson. 2013. A. Case Study : Are Traditional Face-To-Face Lectures Still Relevant
When Teaching Engineering Course? Vol. 3, No. 4, pp. 9-16.
Sobur, A. 2003. Psikolog Umum. Bandung : Putaka Setia.
Walgito, Bimo. 2003. Pengantar Psikolog Umum. Yogyakarta : Andi Offset.


