Solusi Tata Ruang Pemukiman Kumuh Dengan Meningkatkan Budaya Gotong Royong Dan Memanfaatkan Teknologi Informasi Geografi Pada Era Masyarakat 5.0
Keywords:
Permukiman kumuh, Teknologi Informasi Geografi, Era Masyarakat 5.0Abstract
Abstrak. Permukiman kumuh merupakan masalah kompleks tata ruang. Tidak hanya dari aspek
ekonomi, namun aspek sosial juga sangat berpengaruh terhadap timbulnya permukiman kumuh.
Permukiman kumuh adalah tempat tinggal kelompok masyarakat yang dikategorikan tidak layak
karena tidak memenuhi standar kebutuhan manusia secara umum. Permukiman kumuh dapat
menimbulkan masalah regional mulai dari tata ruang hingga estetika. Salah satu penyebab timbulnya
pemukiman kumuh adalah jumlah penduduk yang berlebih. Penduduk yang berlebih namun tidak ada
ruang dan tidak diberdayakan menimbulkan munculnya permukiman kumuh. Pemberdayaan jumlah
penduduk yang banyak dapat dilakukan dengan gotong royong sebagai pendorong kontribusi program
perencanaan wilayah termasuk penataan ruang. Bagi bangsa Indonesia, gotong royong merupakan
implementasi pancasila secara komprehensif yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh
rakyat Indonesia. Penataan ruang dengan pemberdayaan jumlah penduduk yang banyak dengan gotong
royong akan lebih terstruktur dengan adanya bantuan teknologi. Teknologi Informasi Geografi
membantu penataan permukiman kumuh dengan adanya pemetaan daerah sesuai dengan kondisi
masyarakatnya. Pemanfaatan Teknologi Informasi Geografi dalam penataan ruang berkaitan dengan
era masyarakat 5.0. Era masyarakat 5.0 mendorong masyarakat menyeimbangkan kemajuan ekonomi
dengan penyelesaian masalah sosial oleh sistem yang mengintegrasikan ruang dunia maya dan ruang
fisik.


