ANALISIS DAERAH RAWAN BANJIR DI KAWASAN IKN NUSANTARA MENGGUNAKAN METODE SPATIAL MULTICRITERIA EVALUATION (SMCE)
Keywords:
Banjir, SIG, Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE)Abstract
Salah satu bencana yang berpotensi besar terjadi di Kawasan Ibukota Negara (IKN) Nusantara adalah banjir. Pembangunan IKN menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan dari sebelumnya kawasan hutan menjadi kawasan terbangun. Hal ini dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir di daerah IKN. Analisis menggunakan SIG untuk menghasilkan peta rawan banjir adalah alat yang penting untuk menilai kerentanan daerah rawan banjir. Penelitian ini berfokus pada penilaian daerah rawan banjir di Kawasan IKN Nusantara sebagai salah satu rujukan untuk pembangunan IKN yang berbasis mitigasi bencana. Analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk estimasi zona rawan banjir menggunakan enam faktor fisik yang relevan, seperti intensitas hujan, kemiringan lereng, ketinggian wilayah, kepadatan sungai, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Dalam penelitian ini, kepentingan relatif dari faktor fisik dibandingkan dalam matriks berpasangan untuk mendapatkan nilai bobot dengan menggunakan Spatial MultiCriteria Evaluation (SMCE). Pengelolaan SMCE didasari pada dua kriteria yakni kriteria regional dan kriteria penyisih. Kriteria regional digunakan untuk menentukan wilayah yang sesuai dengan prinsip biner. Sementara kriteria penyisih digunakan untuk mendapatkan dengan nilai terbaik pada hasil kriteria regional. Hasil penelitian ini adalah peta rawan banjir yang diperoleh dari penilaian lokasi hasil kriteria regional menggunakan parameter penyisih. Untuk tingkat kerawanan banjir diketahui klasifikasi dan sebaran potensi banjir di Kawasan IKN berdasarkan tingkat kerawanannya.
References
Darmawan, K., Hani'ah & Suprayogi, A., 2017. Analisis Tingkat kerawanan Banjir di Kabupaten Sampang Menggunakan Metode Overlay dengan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografi. Jurnal Geodesi Undip, Volume 6, p. 33.
Hasan, M. f., 2015. Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Bengawan Jero Kabupaten Lamongan. Swara Bhumi, Volume 3, p. 242.
Hidayat, K., 2022. KPC: Penyebab Banjir Sagatta Curah Hujan Tinggi dan Naiknya Air Pasang, Jakarta: Kontan.co.id.
Humas Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2019, Agustus 26). Pemindahan Ibu
Kota, 26 Agustus 2019, di Istana Negara. Provinsi DKI Jakarta. Sekretariat
Kabinet Republik Indonesia. [Online] https://setkab.go.id/pemindahan-ibu-kota-
-agustus-2019-di-istana-negara-provinsi-dki-jakarta/[Diakses 4 April 2022]
Johansyah, M. et al., 2019. Ibu Kota Negara Baru Untuk Siapa?. [Online]
Available at: https://www.walhi.or.id/wp-
content/uploads/Laporan%20Tahunan/FINAL%20IKN%20REPORT.pdf
[Diakses 4 April 2022].
Kamonchat Seejata, A. Y. T. W. N. M. S. T., 2018. Assessment of flood hazard areas using Analytical Hierarchy Process over the Lower Yom Basin, Sukhothai Province. Procedia Engineering, Volume 212, pp. 340-347.
Lawal, et al., 2012. Detecting Flood Susceptible Areas Using GIS-based Analytic Hierarchy Process. Singapore, 2012 2nd International Conference on Future Environment and Energy (ICFEE 2012).
Nahdi, A. Z., 2019. Aplikasi Metode Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) untuk Perencanaan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kota Surabaya. Surabaya, Departemen Teknik Geomatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Sauri, S. & Hizbaron, D. R., 2016. Penilaian Tingkat Kerentanan Menggunakan Spatial Multi Criteria Evaluation Di Sebagian Daerah Rawann Longsor, Kabupaten Bogor. Jurnal Bumi Indonesia, 5(1).
Setiawan, H. et al., 2020. Analisis Penyebab Banjir di Kota Samarinda. jurnal Geografi Gea, Volume 20, pp. 40-42.
Utama, A. G., Wijaya, A. P. & Sukmono, A., 2016. Kajian Kerapatan Sungai dan Indeks Penutup Lahan Sungai Menggunakan Pengideraan Jauh (Studi Kasus : DAS Juana). Jurnal Geodesi Undip, Volume 5, p. 287.
Zulkarnain, M. W. D., 2012. Evaluasi Multi-Kriteria Keruangan untuk Penilaian Risiko Total Tsunami di Pacitan. Yogyakarta, Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada.


