PENGEMBANGAN PARIWISATA GUA CIWADON MENUJU EKOWISATA BERKELANJUATAN DI DESA CIBODAS KECAMATAN JONGGOL

Authors

  • HMPG UHAMKA pendidikan Geografi UHAMKA
  • Sucahyanto
  • Sony Nugratama Hijrawadi

Keywords:

Gua Ciwadon, Ekowisata Berkelanjutan, Kecamatan Jonggol

Abstract

Desa Cibodas yang terletak di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor awalnya merupakan area perkebunan, yang saat ini dikenal sebagai Desa Wisata. Dalam pengelolaannya, baik oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, Gua Ciwadon dikelola secara “ekowisata”. Tujuannya supaya kelestarian alamnya terjaga dengan baik. Pembangunan daerahnya berwawasan lingkungan, sehingga dapat berkelanjutan. Objek wisata Gua Ciwadon Jonggol terdiri atas satu gua yang ada di wilayah Desa Cibodas. Objek wisata di daerah Jonggol berupa wisata alami, terutama karena “proses geologi” yang sudah jutaan tahun lalu. Gua Ciwadon dengan penampakan batuan alami yang dikenal sebagai Stalaktit dan Stalakmit merupakan destinasi yang sempurna untuk geowisata. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis strategi pengembangan wisata alam Gua Ciwadon yang tepat  sebagai ekowisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan survey. Pengembangan objek wisata  di gua Ciwadon dinilai berdasarkan aspek fisiografis, atraksi dan amenitas yang terdapat di gua Ciwadon.  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa strategi yang diperlukan untuk mengelola objek wisata gua Ciwadon harus berbasis masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam mengelola gua sangat diperlukan mengingat kondisi fisiografis (proses geologis) Daerah Cibodas Jonggol tersebut, perlu diteliti dengan cermat, dibuat deskripsi yang mudah diterima oleh wisatawan, sebagai pengetahuan pemanfaatan daerah wisata yang benar. Kekuatan dari gua Ciwadon dalam upaya pengembangan objek wisata yang dapat berkelanjutan diantaranya memiliki akses lokasi yang sudah baik karena berada di Kabupaten Bogor bagian selatan yang berbatasan dengan kota Kabupaten lain.Gua Ciwadon terbentuk secara alami, dan terdapat ornamen gua yang masih dalam kondisi baik. Sedangkan peluangnya dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi khususnya sejarah geologi, kawasan Jonggol yang dapat menjadi alternatif wisata serta memiliki beberapa objek wisata.

References

Álvarez-García, J., Durán-Sánchez, A., Río-Rama, D., & ... (2018). Scientific coverage in community-based tourism: Sustainable tourism and strategy for social development. Sustainability. https://www.mdpi.com/281566

Boley, B. B., & Green, G. T. (2016). Ecotourism and natural resource conservation: The potential for a sustainable symbiotic relationship. Journal of Ecotourism, 15(1), 36–50. https://doi.org/10.1080/14724049.2015.1094080

Cheablam, O., & Rattanarat, J. (2021). Physical and ecological carrying capacity for cave tourism management. Journal of Environmental Management and Tourism, 12(4). https://doi.org/10.14505//jemt.v12.4(52).13

Harianto, S. P., Masruri, N. W., Winarno, G. D., Tsani, M. K., & Santoso, P. J. T. (2020). Development strategy for ecotourism management based on feasibility analysis of tourist attraction objects and perception of visitors and local communities. Biodiversitas, 21(2), 689–698. https://doi.org/10.13057/biodiv/d210235

Haryanto, I., Helmi, F., Aldrin, & Sudradjat, A. (2016). Struktur Geologi Daerah Jonggol Dan Jatiluhur Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Ke-3 FTG Unpad, 3(2).

Jin, P., Fu, Z., & Ban, M. (2012). Karst cave tourism system in Zhejiang province based on resource regional analysis. Chinese Geographical Science, 22(4). https://doi.org/10.1007/s11769-012-0552-y

Kim, S. S., Kim, M., Park, J., & Guo, Y. (2008). Cave tourism: Tourists’ characteristics, motivations to visit, and the segmentation of their behavior. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 13(3), 299–318. https://doi.org/10.1080/10941660802280448

Lee, T. H., & Jan, F. H. (2019). Can community-based tourism contribute to sustainable development? Evidence from residents’ perceptions of the sustainability. Tourism Management.

Okonkwo, E. E. (2017). Cave Tourism and its Implications to Tourism Development in Nigeria: A Case Study of Agu-Owuru Cave in Ezeagu. International Journal of Research in Tourism and Hospitality, 3(3). https://doi.org/10.20431/2455-0043.0303003

Putri, I. M. G. (2010). Persebaran Gua dan Morfometri Endokarst Di Kawasan Karst Tajur-Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Reinhart, H. (2017). Kajian Kerusakan Lingkungan Gua Akibat Kegiatan Pengembangan Pariwisata di Gunung Sewu UNESCO Global Geopark Kasus Pada Geosite Gua Ngingrong, Kalisuci, Jomblang (Semanu), Cokro (Ponjong), dan Pindul (Karangmojo). Universitas Gadjah Mada.

Rosyid, D. M., Nuzula, N. I., & Armono, H. D. (2017). Management Strategy of Coastal Ecotourism in Baluran National Park With Method Multidimensional Scaling. Coastal and Ocean Journal (COJ), 1(2), 83–90. https://doi.org/10.29244/coj.1.2.83-90

Downloads

Published

2022-10-20

How to Cite

pendidikan Geografi, H. U., Sucahyanto, & Hijrawadi, S. N. (2022). PENGEMBANGAN PARIWISATA GUA CIWADON MENUJU EKOWISATA BERKELANJUATAN DI DESA CIBODAS KECAMATAN JONGGOL . Prosiding Seminar Nasional Berseri, 3(1), 94-102. Retrieved from https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/506

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3