STIGMA MASYARAKAT MENGENAI SEKOLAH BERBASIS ISLAM DI TINGKAT SMP/MTS DALAM MENENTUKAN AKHLAK SISWA DI KOTA KEDIRI
Keywords:
Akhlak, Masyarakat, Sekolah, SiswaAbstract
Akhlak merupakan hal penting dan harus dimiliki dengan baik oleh seseorang. Akhlak dapat diartikan pula perilaku atau sopan santun. Seseorang dapat dinilai baik, apabila perbuatannya mampu membuat orang lain merasa nyaman. Banyak sudut pandang untuk bisa melihat akhlak seseorang, mulai dari akhlak berperilaku, berbahasa, dan berbusana. Dalam pendidikan, akhlak memiliki peran penting guna pembentukan karakter pada siswa. Kini, eksistensi sekolah berbasis Islam memiliki label yang cukup baik di kalangan masyarakat dibanding dengan sekolah umum yang ada, termasuk pada masyarakat Kota Kediri. Mindset yang terbentuk ialah sekolah berbasis Islam mulai dari MI, MTs, dan MAN merupakan wadah pendidikan yang tepat bagi anak-anaknya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui berbagai perspektif atau stigma yang terbentuk dari masyarakat Kota Kediri mengenai sekolah berbasis Islam dalam menentukan akhlak siswa. Penelitian ini mengguankan metode kualitatif yang dianalisis dengan teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead. Hipotesis yang terbentuk yakni, masyarakat meyakini bahwa sekolah berbasis Islam lebih baik guna menunjang pendidikan anak-anaknya agar bisa memiliki akhlak yang baik melalui pembelajaran akidah akhlak.


