DAMPAK NORMALISASI SUNGAI BANJIR KANAL BARAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG

Authors

  • HMPG UHAMKA pendidikan Geografi UHAMKA
  • Muhammad Afwan Maulana

Keywords:

Normalisasi, banjir, sedimentasi

Abstract

Sungai atau aliran air yang menyediakan kemudahan hidup bagi masyarakat di sekitarnya juga bisa menjadikan masyarakat tadi menghadapi risiko bencana tahunan akibat banjir. Permasalahan yang dihadapi sungai – sungai di Indonesia pada umumnya adalah tingginya laju sedimentasi sebagai akibat dari meningkatnya laju erosi permukaan maupun erosi tebing di daerah hulu atau daerah pengairan sungainya. Normalisasi Banjir Kanal Barat merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi dampak banjir yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya. Normalisasi dilakukan dengan pembangunan turap beton pada sisi kanan dan kiri sungai untuk mengalirkan air langsung menuju laut. Dalam perkembangannya, pengelolaan Banjir Kanal Barat berjalan tidak optimal sehingga sedimentasi dan penurunan fungsi banjir kanal tidak terhindarkan. Tingginya sedimentasi ini mungkin masih dapat dipahami karena penanganan sedimen masih berkutat di Sungai Kreo dengan pembangunan Waduk Jatibarang. Sistem drainase yang buruk menjadi penyebab utama banjir di Kota Semarang Dari enam kecamatan langganan banjir, sebagan besar disebabkan karena saluran air tidak ada, saluran tersumbat sampah dan alat bangunan yang meneganggu saluran.

Published

2022-07-16

How to Cite

pendidikan Geografi, H. U., & Maulana, M. A. (2022). DAMPAK NORMALISASI SUNGAI BANJIR KANAL BARAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG. Prosiding Seminar Nasional Berseri, 1(1). Retrieved from https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/511

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>