ANALISIS KONVERSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PEMUKIMAN DI KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2009-2019

Authors

  • HMPG UHAMKA pendidikan Geografi UHAMKA
  • Fahmi Arief Rahman
  • Agung Adiputra

Keywords:

tata guna lahan, perencanaan lahan, area terbangun

Abstract

Perkembangan suatu wilayah memunculkan konsekuensi negatif berupa konversi lahan pertanian menjadi pemukiman atau area terbangun. Hal ini menjadi isu strategis yang perlu dikaji karena akan berdampak pada lingkungan dan keterbatasan akses pada sumber daya lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan pertanian dari tahun 2009 sampai 2019 dan menganalisis faktor penyebabnya. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangkalan dari Februari-Maret 2022. Analisis data spasial meliputi pembuatan peta, penentuan luas, overlay, penyajian untuk memperoleh data konversi lahan baik spasial dan tabular dengan menggunakan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan tutupan lahan 2009 dan 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diolah dengan menggunakan software ArcGIS 10.2.2. Analisis faktor penyebab konversi lahan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas area terkonversi menjadi pemukiman dari masing-masing tutupan lahan pertanian adalah pertanian lahan kering 807.24 ha (0.96 %) yang tersebar di seluruh kecamatan kecuali Konang dan Kokop, pertanian lahan kering campuran 13,630.36 ha (1.86 %) yang tersebar di kecamatan Burneh, Kamal, Kwanyar, Modung dan Tanah Merah dan sawah 0.06 ha (0.001 %) di Kecamatan Bangkalan, Burneh dan Socah. Sebaran area konversi hampir seluruhnya berada di dekat jalan kolektor dan lokal. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu faktor penyebab konversi adalah adanya aksesibilitas. Selain itu, faktor lainnya adalah meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dengan nilai rata-rata 0.127 %, kepadatan penduduk rata-rata 1007 km2-1, dan pariwisata seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2009-2019 rata-rata 58,898.87 wisatawan.

References

BPS. 2010. Bangkalan Dalam Angka Tahun 2010. BPS Kabupaten Bangkalan

BPS. 2020. Bangkalan dalam Angka Tahun 2020. BPS Kabupaten Bangkalan

Christian Y., Asdak C., Kendarto D.R. 2021. Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Bandung Barat. Teknotan 15(1):15-19.

Gatto M, Wollni M, Qaim M. 2015. Land use policy oil palm boom and land-use dynamics in Indonesia: The role of policies and socioeconomic factors. Land Use Policy. 46: 292-303.

Irianti E. 2008. Perubahan Penggunaan, Penutupan Lahan, dan Ruang Terbuka Hijau kota Bogor tahun 1905-2005. Bogor. IPB [Skripsi]

Obidzinski K, Takahashi I, Dermawan A, Komarudin H, Andrianto A. 2013. Can large scale land acquisition for agro-development in Indonesia be managed sustainablity. Land Use Policy. 30(1): 952-965.

Parlindungan, J. 2007. Tata Guna Lahan Dan Pertumbuhan Kawasan. Universitas Brawijaya.

Putra I.M.U. dan Purbadharmaja I.B.P. 2019. Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Jumlah Hotel terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Sawah. E-Jurnal Unud 8(3): 670-702.

Sitorus. S.R.P. 2012. Analisis Pola Perubahan Penggunaan Lahan dan Perkembangan Wilayag di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Tanah Lingkungan, 14 (1410-7333), 21-28.

Sterling, S., dan A. Ducharne, 2008, Comprehensive data set of global land cover change for land surface model applications, Global Biogeochem. Cycles, American Geophysical Union, Washington, U.S.

Sugiarto B. 2017. Prediksi Perubahan Tutupan Lahan Akibat Dampak Pembangunan Jembatan Suramadu di Kabupaten Bangkalan. Surabaya. ITS [Tesis].

Villamor GB. 2015. Land use change and shifts in gender roles in central Sumatra, Indonesia. Int For Rev. 17(1): 61-75.

Downloads

Published

2022-10-20

How to Cite

pendidikan Geografi, H. U., Rahman, F. A., & Adiputra, A. (2022). ANALISIS KONVERSI LAHAN PERTANIAN MENJADI PEMUKIMAN DI KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2009-2019. Prosiding Seminar Nasional Berseri, 3(1), 103-111. Retrieved from https://proceedings.uhamka.ac.id/index.php/semnas/article/view/544

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>